Seratus Ulama Jabodetabek Tolak Rencana Pembubaran HTI - kabarislam.Net

Breaking

Mengabarkan Islam Menuju Kebangkitan

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 19 Mei 2017

Seratus Ulama Jabodetabek Tolak Rencana Pembubaran HTI

Seratus Ulama Jabodetabek Tolak Rencana Pembubaran HTI

kabarislam.Net - Seratus kyai, ustadz dan habib Jabodetabek dan sekitarnya dengan tegas menyatakan menolak rencana pemerintah yang akan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Kamis (11/5/2017) dalam acara “Mudzakarah Ulama dan Habaib Jabodetabek: Tolak Pernyataan Menkopolhukam” di Ma’had Daarul Muwahhid, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

“Perlu kami sampaikan kepada para pejabat pemerintah tidak perlu takut dan khawatir kepada Hizbut Tahrir? Karena HTI itu cuma menyampaikan Islam secara kaffah sebagai pengemban dakwah sejati soal mendirikan Khilafah bukanlah peran HTI melainkan janji Allah, sekuat apapun usaha HTI untuk mendirikan Khilafah kalau iradah dan qadrat Allah tidak berkehendak maka tidak akan berdiri. Sebaliknya sekuat dan sekeras apapun penolakan yang dilakukan kelompok penolak, Khilafah tetap akan tegak dan tidak ada satupun yang bisa menolaknya!” ujar KH Soffar Mawardi, tuan rumah acara.

Habib Khalilullah bin Abu Bakar Al Habsy, Pimpinan Majlis Zikir Ratibul Haddad menyatakan HTI tidak menyimpang dari seruan Islam. HTI dari awal penyebaran dakwahnya di negeri ini telah banyak membantu negara dan bangsa Indonesia ini mencetak generasi-generasi yang jujur, patuh dan taat.

“Maka kami menasihati kepada pemerintah agar menghentikan rencana pembubaran ormas Islam dan membenci berkembangnya dakwah Islam kalau tidak kami berdoa agar Allah menurunkan laknat kepada siapa saja yang menolak syiar dan dakwah Islam ini,” ancamnya.

Sedangkan Ketua MUI Kota Depok KH Achmad Nawawi menyatakan dirinya tidak ada kebencian pada pemerintah dan HTI juga sayang sama pemerintah maka dilakukanlah dakwah itu dalam rangka cintanya pada bangsa ini. “Saya telah menulis artikel dengan judul HTI Pengamal Pancasila Sejati, silahkan dibaca tulisan saya itu,” tutur DR KH Nawawi ketua MUI Depok.

Adapun Ustadz Nur Alam Jurjani (Ustadz Jambrong) menyatakan dukungannya kepada HTI karena sekarang HTI jadi alat oleh oknum elite politik untuk tujuan cita-citanya dan ketahuilah bahwa sebentar lagi pertolongan Allah akan datang Khilafah, mataa nasrullah inna nasrullahi qariib.

“Bos hati nurani rakyat akan membubarkan hati nurani rakyat itu namanya manusia muna…. Sebut saja sudah jelas. Jangan takut akan ancaman pemerintah, kita harus terus berjuang bersama HTI,” ungkap Ustadz Breno Maulana Saragih.

Sedangkan praktisi pendidikan Ustadz Moh Jamil dari Purwakarta menyatakan pengalaman interaksinya dengan HTI.

“Saya sangat antusias sekali melihat konsep HTI selama 5 tahun terakhir ini. Mencermati persoalan hari ini dari sisi lain ketika terjadi gelombang yang cukup panas merupakan tawar menawar secara politis dari pemerintah dengan harga yang harus dikorbankan pada hari ini adalah HTI, tetapi ini merupakan trending topik yang luar biasa, hingga di pelosok-pelosok negeri ini yang tadinya tidak tahu HTI, hari ini jadi tahu. Jadi persoalan hari ini adalah tawar menawar pemerintah. Sebagaimana dahulu HMI mau dibubarkan kenapa karena pada saat itu HMI lah satu-satunya yang bisa melihat ancaman negeri ini, dan saat ini hal yang sama HTI satu-satunya lembaga yang dapat melihat ancaman terhadap negeri ini maka makhluk pengancam itu merasa harus membubarkan terlebih dahulu. Jadi sebenarnya bukan HTI nya yang ingin dibubarkan tetapi penghalang itulah yang dalam hal ini digenggam oleh HTI. Dan ingat HTI tidak akan bisa dibubarkan karena sudah sesuai Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi HTI tidak bertentangan dengan Pancasila,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ustadz Ace Suhaeri juga menyatakan kesaksiannya tentang HTI. “Saya sampaikan kepada saudara saya NU juga jika kalian tidak setuju dengan perjuangan HTI justru agama kalian dipertanyakan? Apakah Anda seorang Muslim Yang benar atau tidak? Bahkan menurut saya, kalau Anda menghambat, menghalangi, memfitnah perjuangan dakwah dari Hizbut Tahrir justru Anda yang salah,” tegasnya.

KH Fauzi Ishaq, pimpinan Majlis Ta’lim Al-Azhari Lengkong dan Yayasan Qolbun Salim menyatakan yang bisa membubarkan HTI hanya taqdir Allah selain dari itu tidak ada. Menurutnya, sebenarnya pemerintah rugi besar membubarkan HTI seharusnya dia berterima kasih kepada Hizbut Tahrir karena telah banyak membantu mengurangi beban pekerjaan pemerintah yang diemban yang selama ini tidak mampu mereka kerjakan.

“HTI tidak akan bubar kita dakwah ngajarin Islam yang benar, ngajar orang benar!” ujar KH Armain, Pimpinan Pesantren Bani Mastur Bekasi.

KH Ibnu Hajar, Ketua MUI Kecamatan Ciracas Jakarta Timur, menyatakan diri mewakili Muslim Ciracas yang menolak pembubaran HTI. “Dengan ini menyatakan bahwa kami atas nama Muslim Ciracas merasa keberatan atas pembubaran HTI oleh pemerintah yang berkuasa saat ini. Kami menghimbau agar lebih bijaksana dalam menerapkan hukum di Indonesia, bagaimnapun Islam adalah satu-satunya agama yang paling toleran terhadap agama-agama lain. Jangan pada saat menghadapi agama di luar Islam bersikap lunak dan ketika berhadapan dengan Islam bersikap keras,” tegasnya.

Ustadz Eman Sulaiman dari Bojongsari Depok menyebutkan suatu kenyataan bahwa Ahok terlentang di Pilkada DKI karena menghujat Alquran dan menghina para ulama dan Wiranto dengan pernyataannya insya Allah, insya Allah, insya Allah, rezimnya juga akan terlentang.

Ustadz Tatang Tadjudin, pengurus PCNU Kecamatan Klari, Karawang, menyatakan merasa perhatin atas keputusan pemerintah membubarkanHTI. Yang diucapkan Wiranto ini merupakan kedzaliman pemerintah terhadap umat Islam karena selama ini yang berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah di Indonesia hanyalah HTI maka tidak ada alasan apapun untuk membubarkan HTI di Indonesia.

“Maka dari itu, saya pribadi dan seluruh umat Islam akan berjuang bersama-sama HTI,” tegasnya.

Kyai Hariri dari Karawang juga dengan tegas menolak pembubaran HTI. “Saya menolak pembubaran ormas Islam terutama HTI karena saya berpandangan HTI selama ini yang diperjuangkan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya yaitu Islam dan dalam pernyataan ini saya mencintai HTI karena yang diperjuangkan adalah kecintaannya kepada Allah. Alasan yang kedua saya butuh Khilafah untuk menerapkan Syariah yang ketiga saya merindukan Khilafah yang diperjuangkan HTI,” pungkasnya. [abi] 
 
[Sumber : https://hizbut-tahrir.or.id/2017/05/13/seratus-ulama-jabodetabek-tolak-rencana-pembubaran-hti/]

Post Top Ad